Agar Terhindar Penipuan Rekrutmen


Cerita ini bukanlah cerita baru. Penipuan lowongan kerja sudah lama terjadi. Kenapa perlu disampaikan lagi disini? Begini ceritanya. Beberapa bulan lalu ada seorang pelamar kerja dating kesalah satu kantor cabang kami di luar kota. Dia datang dengan maksud mengikuti proses seleksi karyawan baru di kantor kami. Sontak HR kami kaget karena nama orang ini tidak ada dalam list yang diundang. Dia menunjukkan undangan tes yang dia dapat email beberapa minggu sebelumnya. Dia percaya dan mengikuti semua petunjuk dan arahan dari pengirim email sampai tiba di tempat tes. Sampai akhirnya dia menyadari bahwa dirinya sudah ditipu dan hilang uang untuk uang pulang pergi naik pesat sebesar Rp. 3.500.000.

Sungguh sangat disayangkan. Seorang teman juga menceritakan pernah mengalami sendiri penipuan ini. Untungnya dia berada dikota yang sama dengan tempat tes, sehingga tidak perlu membeli tiket agar dapat mengikuti tes. Sehingga saat dia tahu bahwa dirinya kena tipu tidak jadi masalah, karena tidak ada kerugian materiil, hanya kerugian waktu saja yang diterimanya. Lagi, saya sendiri pernah mendapatkan undangan mengikuti tes melalui email saya dan SMS pada hari sabtu pagi. Saya baca dengan teliti, ternyata panggilan tersebut berasal dari perusahaan tempat saya bekerja saat ini. Saya langsung tertawa dan menjadi semakin tertarik membaca email undangan yang mereka kirimkan ke saya. Mungkin mereka tidak melakukan survey terlebih dahulu sebelum menentukan target operasinya. Orang yang mengundang saya mengaku sebagai Recruitment Manager di perusahaan tempat saya bekerja saat ini, yang tentunya saya kenal dengan dia, tapi saya tidak pernah mendengar nama dia. Mungkin ini sebuah kesalahan prosedur sehingga mengirimkan email ke orang yang salah.

Ini hanya beberapa cerita yang saya harap tidak lagi terjadi kepada para pencari kerjadimanapun berada. Saya berikan sedikit ulasan dari bentuk undangan penipuan yang pernah saya baca, dari yang saya terima sendiri dan yang orang kirimkan ke saya.

1. Perusahaan Bunafit dan Terkenal
Semua orang ingin dapat bekerja di perusahaan yang besar dan terkenal, namun hanya beberapa orang saja yang akan bergabung menjadi karyawannya. Karena begitu ketatnya persaingan untuk menjadi karyawan di perusahaan yang besar dan terkenal, mendapatkan panggilan untuk mengikuti tes saja sudah menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri, bahkan rela mengikuti tes dengan apapun kondisi mereka saat ini.

2. Lokasi Tes Yang Berada di Luar Kota
Penipuan ingin mendapatkan uang dari pelamar kerja, jadi mereka akan mencoba mengelabui pelamar kerja dengan menuntun anda mengikuti tes di luar kota. Jarak yang jauh tentu anda harus mengeluarkan uang lebih. Pelamar yang frustrasi tentu akan melakukan apapun agar mendapatkan pekerjaan, lokasi jauh sekalipun akan diikuti. Biasanya undangan tesnya untuk di Kalimantan atau kota lain yang jauh.

3. Harus Membeli Tiket Pesawat dan Akomodasi
Nah ini yang jika jeli, akan langsung anda sadari bahwa ini adalah penipuan kerja. Dalam panduan untuk memenuhi undangan tes di luar kota tersebut, anda hanya diarahkan untuk membeli tiket pesawat PP dan travel dari bandara ketempat tes hanya melalui Biro Tour and Travel yang ditulis mereka di undangan tersebut. Jika dilogikakan, tentu perusahaan besar dan bunafit tentu akan menghubungi anda melalui telepon, tidak dengan mengirimkan SMS kehandphone anda ataupun email sebagai undangannya. Apalagi jika posisi yang ditawarkan di posisi Managerial, tentu perusahaan akan menanggung akomodasi anda agar sampai keperusahaan. Mulailah berhati-hati jika menemukan undangan tes melalui email yang mengarahkan anda untuk membeli tiket akomodasi dari Biro yang mereka sebutkan.

4. Kop Surat Tidak Mencantumkan Nomor Telepon
Masih banyak unsure penipuan yang ditampilkan dalam undangan rekrutmen. Salah satunya adalah KOP SURAT. Jika anda teliti, kop surat yang ditujukan untuk menipu akan menunjukkan nomor telepon yang salah atau tidak menyebutkan nomor telepon. Alamat kantor pun juga ditulis berbeda dengan alamat perusahaan sebenarnya. Jadi, dengan bebasnya penggunaan internet saat ini, nomor telepon dan alamat perusahaan bisa dengan mudah dilacak sehingga bebas dari penipuan yang merugikan.

5. Cap Perusahaan Adalah Logo Perusahaan
Dibagian tandatangan, yang biasanya dibubuhkan cap resmi perusahaan, tapi dalam undangan ini bukanlah cap perusahaan, melainkan logo perusahaan. Hal ini sangat jelas terlihat.

6. Email Pengirim Bukan Email Resmi
Sebelum menerima, cobadiperiksa sekali lagi apakah email pengirim adalah email resmi atau tidak, bukan yahoo atau gmail atau pun rocketmail.

Ini hanya sebagian besar yang jika diteliti oleh pelamar kerja akan membuka logika bahwa undangan rekrutmen tersebut adalah penipuan dan tidak perlu ditanggapi. Memang ada banyak jenis penipuan rekrutmen, tapi kejelian dan ketelitian serta kesabaran akan menjadikan anda serta lebih waspada dalam menerima undangan. Semoga tidak ada lagi cerita korban penipuan rekrutmen di kemudian hari, kehilangan uang atau merasa dipermainkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

 

sumber : kompaskarier.com

 



cari kerja jadi lebih mudah di relasio.com