Tahapan Wawancara Kerja Umum


Proses penyeleksian karyawan memiliki beberapa tahapan tergantung dengan kebijakan sebuah perusahaan. Terkadang, satu tahapan seleksi bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan untuk mencari kandidat yang tepat. Salah satu tahapan yang akan dilewati adalah wawancara. Proses yang satu ini perlu banyak persiapan karena akan menentukan apakah kandidat merupakan sosok yang dicari perusahaan 

Wawancara yang yang dilakuakan pun bermacam-macam. Ada yang dilakukan sekali ada yang dilakukan beberapa tahap sesuai dengan struktur organisasi yang ada. Tahapan interview memiliki alur yang berbeda tergantung perusahaan yang sedang dilamar. Ada yang memiliki alur wawancara HRD, wawancar User, dan wawancara Direksi. Ada juga yang hanya 1 atau 2 diantaranya Terlepas berapa pun jumlah wawancara yang ada dalam proses penyeleksian, setidaknya seorang kandidat akan menjalani satu kali proses wawancara. Proses ini akan dijadikan ajang untuk lebih mengenal siapa calon kandidat dan proses ini memiliki bobot penilaian yang sangat tinggi. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa tahapan wawancara kerja yang bisa ditemukan di beberapa perusahaan. 

 

1. Wawancara HRD

Wawancara HRD pada umumnya dilakukan dengan tujuan untuk mengenal kandidat yang dipanggil. Pertanyaan pada wawancara tahap ini biasanya berkutat dengan pengenalan diri, pengalaman bekerja sebelumnya, dan gambaran tentang masa depan diri Anda sendiri dilihat dari pandangan sang kandidat. Selain itu wawancara HRD menekankan sang kandidat untuk menjelaskan apa yang dia tulis di CV yang telah dikirimkan kepada pihak perusahaan. Walaupun terdengar sangat mudah karena hanya mengulas mengenai diri sendiri, Anda harus tetap menguasai pengetahuan mengenai perusahaan karena mungkin saja pertanyaan-pertanyaan perihal hal tersebut ditanyakan pada tahapan wawancara kerja ini.

Tahapan wawancara ini biasanya dilakukan setelah seorang kandidat melakukan serangkaian test seperti psikotes dan tes keahlian. Pada saat tahapan ini berlangsung, jangan lupa tunjukan bahwa Anda cukup percaya diri dengan apa yang Anda punya dan yang Anda katakan. Tidak disarankan untuk berbohong mengenai data diri dan yang tertera di CV karena akan berakibat fatal. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dalan tahapan wawancara kerja, usahakan untuk datang lebih awal, maksimal setengah jam sebelum wawancara dimulai. Jangan lupa juga untuk membawa dokumen-dokumen yang disayratkan karena ada beberapa perusahaan yang mengharuskan kandidatnya untuk menyimpan setidaknya satu dokumen untuk kepentingan personalia.

 

2. Interview User

Tahapan yang dilakukan pada tahap wawancara kerja setelah kandidat menjalani wawancara HRD adalah wawancara dengan user. Tahapan ini biasanya dilakukan beberapa minggu setelah wawancara HRD jika sang kandidat dinyatakan lolos. User biasanya adalah atasan atau ketua divisi yang akan mengatur dan memanage semua hal yang bersangkutan dengan pekerjaan Anda. User dapat berupa seorang Supervisor, Manager, Assistan Manager atau bahkan seorang Direksi. Hal ini tergantung pada posisi yang dilamar di perusahaan tersebut. 

Tahapan wawancara kerja yang dilakukan dengan user biasanya mengulas masalah mengenai hal-hal teknis yang bersangkutan dengan pekerjaan Anda nantinya dan bagaimana pengalaman yang dimiliki bisa relevan dengan pekerjaan yang sedang dilamar. Selain itu thapan ini biasanya menguji kandidat dengan pertanyaan yang bersifat analisa dan yang memerlukan kemampuan khusus.

Tips yang bisa dilakukan pada tahapan wawancara kerja ini adalah pelajari pekerjaan yang dilakukan sebelumnya dan tunjukan pencapaian pekerjaan yang sudah diraih. Jelaskan semuanya dengan baik dan jelas tetapi jangan terlalu singkat dan seadanya 



cari kerja jadi lebih mudah di relasio.com