2 Penyebab Banyaknya Pendaftaran Kerja Gagal Psikotes


Saat selesai di bangku sekolah, kita akan memasuki sebuah jenjang karier. Namun, untuk masuk di jenjang ini bukanlah perihal yang mudah seperti kita mendaftar sekolah yang kemungkinan diterimanya lebih banyak ketimbang kemungkinan ditolak. Mereka yang sedang mencari kerja, mendaftar sana sini sering dikenal sebagai pejuang amplop coklat.

Di dalam melamar tidak lantas satu kali mengajukan lamaran mereka pasti langsung diterima, terkadang mereka harus mencoba berkali-kali di berbagai perusahaan. Dan berulang kali pula mereka harus melewati serangkaian tes yang diujikan. Kebanyakan dari mereka adalah gagal psikotes. Saat ini memang sebagian besar perusahaan menerapkan tes psikotes untuk mengukur sejauh mana kemampuan calon karyawannya.

Biasanya sederet tes yang diujikan dalam penerimaan karyawan adalah tes berkas, tes tertulis yang mencakup tes pengetahuan dan psikotes, wawancara, tes kesehatan dan wawancara akhir. Sebenarnya yang paling berat adalah melalui tes tertulis ini. Karena saat sudah memasuki tes wawancara kemungkinan diterima sudah sangat banyak. Namun kebanyakan mereka gagal psikotes .

Saat gagal dalam psikotes tidak sedikit di antara mereka yang berputus asa, dan murung. Mereka merasa usahanya sia-sia dan lelah kalau harus mengikuti serangkaian tes lainnya di perusahaan yang berbeda. Pasti juga masalah keuangan menjadi sebuah permasalahan, karena untuk melamar pekerjaan memang dibutuhkan biaya.

Namun, sebenarnya psikotes ini dapat anda lalui dengan mudah apabila anda bisa mengenali penyebab mengapa anda bisa gagal di psikotes sebelumnya. Dengan harapan anda tidak kembali mengulang kesalahan tersebut.  

Penyebab Gagal Psikotes yang Sering Dilakukan Namun Kurang Kita Sadari 

1. Kurang persiapan

Mungkin untuk anda yang pertama kali mengikuti sebuah ujian psikotes anda akan merasa bingung perihal apa yang harus anda kerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya dengan waktu yang biasanya terbatas. Namun sebenarnya saat anda sudah mantap melamar pekerjaan anda bisa membaca dan banyak mencari contoh-contoh soal psikotes agar punya gambaran terlebih dahulu.

Banyaknya pelamar kerja yang gagal psikotes adalah karena mereka tidak menguasai materi yang diujikan. Mereka seolah-olah menganggap remeh dengan ujian yang diberikan. Padahal harus diketahui sebuah perusahaan tidak akan main-main saat penerimaan karyawannya. Karena mereka tentunya tidak mau rugi mengeluarkan gaji untuk karyawan yang tidak profesional.

Untuk anda yang pernah gagal dalam psikotes sebelumnya,  harusnya anda sudah mempelajari seperti apa soal-soal yang diujikan. Jadi di psikotes selanjutnya anda sudah tahu, saya pernah kesulitan di jenis soal seperti ini lalu anda menentukan trik atau cara yang digunakan untuk menyelesaikan psikotes tersebut.

Di awal melamar anda sudah gagal dalam tes tertulis, usahakan di lamaran anda yang kedua sudah mampu melewati ujian tes tertulis dan bisa ke tahap wawancara. Sehingga anda tidak menjadi pejuang amplop coklat yang hanya selalu berhenti di tes tertulis. Coba olah kemampuan diri anda dengan menyadari kesalahan-kesalahan anda sebelumnya dan memperbaikinya.  

2. Jangan memaksakan diri 

Sebuah psikotes itu bukanlah sebuah ujian yang jawaban benarnya selalu saklek . Psikotes merupakan sebuah tes yang diberikan untuk mengukur dan melihat seperti apa kepribadian seseorang. Jadi anda tidak perlu mencari kunci jawaban apalagi berpikir mencontoh jawaban peserta lain di kanan dan kiri anda.

Kebanyakan orang gagal psikotes karena mereka terlalu memaksakan jawabannya. Sehingga apabila di sinkronkan jawaban setiap poinnya justru membuat anda dinilai mempunyai kepribadian yang aneh.  Usahakan kerjakan semampu kalian.



jakarta career fair 2019 relasio.com 27-28 juni